Friday, December 30, 2022

Perangi Masalah Sampah, Bukan Hanya dari Penegakan Aturan

 

Gambar ilustrasi - tumpukan sampah (diambil dari: pixabay.com)

Masalah sampah di Indonesia belum teratasi hingga saat ini, volume sampah masih tinggi. Menurut riset Sustainable Waste Indonesia (SWI) pada awal tahun 2018 menyebutkan,  24 persen sampah di Indonesia belum terkelola dengan baik. Itu artinya sekitar 65 juta ton sampah diproduksi di Indonesia setiap harinya, sekitar 15 juta ton mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak ditangani. Sedangkan, 7 persen sampah didaur ulang dan 69 persen sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di Surakarta sendiri volume sampah per Oktober 2018 menurut Kementrian dan Lingkungan Hidup, rata-rata sebanyak 291 ton/ hari sampah ditimbun dan 18 ton/hari sampah tidak terkelola.

Salah satu penyebab permasalahan ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, misalnya kali atau sungai. Seperti pada artikel harian Solopos, 1 Desember 2018 lalu yang berjudul “Buang Sampah di Sungai, Satpam & Bakul Hik Disidang”. Dalam artikel tersebut, tiga orang warga (seorang satpam dan dua orang penjual hik) membuang sampah ke sungai, kemudian diciduk satpol PP dan membawa mereka ke ranah hukum (persidangan) guna penertiban aturan.

Jika melihat dari fungsinya, sungai merupakan sumber irigasi pertaninan, tempat penampungan air hujan, dan merupakan aliran air yang akan mengalir ke laut. Sampah di aliran sungai tentu akan menghambat aliran air sehingga memungkinkan terjadinya banjir. Selain itu, sebagai aliran air yang akan mengalir ke laut, maka sampah-sampah di sungai pun ikut terbawa ke laut. Dari data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sampah plastik yang dibuang di laut sebanyak 3,2 juta ton dari 64 juta ton per tahun. Hal tersebut tentu menjadi ironi dan menjadi permasalahan bersama untuk segera diatasi.

Cara Mengatasi
Untuk mengatasi permasalahan sampah perlu adanya dukungan dan tindakan dari seluruh elemen. Mulai dari pemerintah, instansi, hingga masyarakat mempunyai peran penting untuk memerangi permasalahan pengelolaan sampah ini.

Aturan mengenai pengelolaan sampah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Selain itu, diterbitkan pula Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstrans). Pemerintah menargetkan permasalahan pengelolaan sampah bisa teratasi pada tahun 2025, yaitu melalui 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampah. Berdasarkan Perpres Jakstrans tersebut, mewajibkan seluruh kabupaten/ kota di seluruh Indonesia memiliki perencanaan pengelolaan sampah dalam bentuk Jakstrada yang ditetapkan oleh gubernur/ bupati/ walikota.

Di kota Surakarta sendiri pemerintah kota telah menetapkan aturan mengenai pengelolaan sampah. Peraturan tersebut adalah Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam peraturan tersebut pemerintah menetapkan bahwa setiap warga dilarang membuang sampah di sungai. Bagi yang melanggar diancam hukuman pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp50 juta. Kasus mengenai tiga warga yang akhirnya disidang karena membuang sampah di sungai tadi merupakan cara pemerintah untuk menegakkan aturan dan memberikan efek jera pada pelaku.

Namun yang perlu diperhatikan atau yang menjadi titik perhatian adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat mengenai sampah ini. Jika setiap individu memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, maka ia tidak akan mengotorinya dengan membuang sampah di sembarang tempat. Hal kecil dan sederhana yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan barang yang berbahan plastik, misalnya: menggunakan botol minum daripada membeli minuman dengan botol plastik dan menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan.

Sosialisasi dan Komunikasi
Untuk mendukung aksi memerangi permasalahan sampah ini perlu adanya sosialisasi dan komunikasi ke masyarakat, guna menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya lingkungan bersih bebas dari sampah. Meski pemerintah telah menetapkan berbagai aturan mengenai pengelolaan sampah, perlu didukung dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kebijakan aturan dan pentingnya menerapkan peraturan tersebut. Jangan sampai ada masyarakat disidang karena tidak tahu adanya peraturan dan sanksi mengenai membuang sampah sembarangan.

Memang perlu adanya penertiban aturan dan pemberian sanksi kepada pelanggar, tetapi alangkah lebih baik jika masyarakat secara sadar mengerti mengapa aturan tersebut dibuat dan mengapa menjadi penting untuk diterapkan. Jika masyarakat secara sadar mengetahui hal tersebut maka tanpa disuruh pun akan melaksanakannya.

Memang tidak mudah menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah ini, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Masih ada masyarakat yang peduli dengan lingkungannya, buktinya terdapat komunitas dan organisasi yang peduli permaslahan sampah dan lingkungan ini. Misalnya, Sobat Bumi Indonesia, Sekolah Sungai Solo, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Destructive Fishing Watch, dan masih banyak lagi.

Gerakan lain yang bisa dilakukan untuk memerangi permasalahan sampah ini adalah membentuk Bank Sampah di setiap Kelurahan ataupun desa. Dari bank sampah ini selain mengurangi sampah di lingkungan juga dapat memberikan penghasilan kepada warga sekitar. Sampah yang dikumpulkan ke bank sampah akan diganti uang sesuai dengan banyaknya sampah yang dikumpulkan. Sampah-sampah tersebut nantinya dipilah dan didaur ulang serta digunakan untuk membuat kerajinan atau barang-barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Kegiatan ini bisa dimulai dari pelopor desa atau orang yang paling berpengaruh di desa tersebut. Peran pelopor desa ini akan memberikan pengaruh lebih kuat untuk mengajak warga lain mendukung kegiatan ini. Jika desa tersebut berhasil melakukan kegiatan ini, maka desa-desa lain pun akan tertarik untuk melakukan hal yang sama.

Sedangkan sebagai generasi pemuda, bisa membantu dengan melakukan kampanye gerakan peduli lingkungan melalui media sosial. Berupa konten kreatif berisi pentingnya menjaga lingkungan, bahaya sampah di lingkungan, bagaimana mengelola sampah yang baik, dan sebagainya. Dengan melakukan kampanye tersebut diharapkan mendorong masyarakat khususnya pengguna media sosial untuk lebih peduli terhadap lingkungannya, lalu dapat menyebarkan informasi tersebut kepada teman atau kerabat.

Pada akhirnya, cara memerangi permasalahan sampah adalah dimulai dari diri sendiri. Tak perlu melakukan hal besar, langkah kecil dan sederhana pun bisa dilakukan, misalnya menggunakan wadah plastik yang bisa digunakan kembali. Aturan dan kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan sampah adalah sebagai pendukung dan pengingat kita, bahwa jika melakukan pelanggaran terdapat sanksi atau hukuman. Sedangkan komunitas, organisasi, ataupun lembaga yang peduli lingkungan merupakan wadah masyarakat untuk bertanya, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam menjaga lingkungan. Setelah itu, ajak teman, saudara untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Karena mengurangi sampah hari ini sama dengan kehidupan untuk anak cucu di masa depan.

Continue Reading
No comments
Share:

Petualangan tiada akhir

 

Setelah tiga seri cerita petualangan buku sebelumnya, Tere Liye kembali menyuguhkan cerita petualangan tiga sahabat, Raib, Ali, dan Seli dalam cerita Ceroz dan Batozar. Dalam ceritanya, Ceroz dan Bartozar adalah dua dunia imaji yang berbeda sehingga akan ada dua petualangan dalam buku ini. 

Gambar Cover Buku Ceroz dan Batozar (Sumber: Gramedia.com)

Judul buku           : Ceroz dan Batozar
Serial                   : Bumi
Penulis                 : Tere Liye
Jumlah halaman   : 376 halaman
Tebal                    : 20 cm
Tahun terbit         : Mei 2018
Penerbit               : PT. Gramedia Pustaka
                              Utama
ISBN                   : 9786020385914
Tersedia dalam versi digital (E-book)

Ceroz dan Batozar adalah seri kelima dari Serial Buku Bumi yang sebelumnya Tere Liye telah merilis seri lainnya yaitu Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang. Pada buku-buku sebelumnya, di akhir cerita tertulis "Bersambung (judul buku)" yang mengisyaratkan bahwa ada seri buku lanjutan. Akan tetapi, pada seri ke-empat, Bintang, di akhir cerita ditulis “Bersambung ke buku ke lima, KOMET”. Namun, faktanya pada saat rillis, cerita Ceroz dan Batozar menjadi seri kelima bersamaan dengan rilisnya Seri Komet yang menjadi buku ke-enam bulan Mei tahun 2018.

Seperti judulnya, buku ini mengisahkan dua cerita tentang Ceroz dan Batozar yang terbagi atas 13 Episode untuk masing-masing cerita. Dibandingkan buku sebelumnya, jumlah halaman isi lebih sedikit, yaitu 359 berbanding 392 halaman. Jumlah halaman yang relatif sedikit tentu tak butuh waktu lama membaca keseluruhan ceritanya.

Bagi yang menyukai cerita petualangan, buku ini sangatlah cocok. Saat membaca buku ini, pembaca seakan dibawa masuk ke dalam cerita Raib, Ali, dan Seli. Bagaimana tidak? Bang Tere menyajikan cerita petualangan ini dengan penggambaran yang detail, mulai dari penggambaran ruang hingga tokoh. Pada seri-seri sebelumnya, dikisahkan petualangan tiga sahabat ini dimulai dari peristiwa di Klan Bumi, berlanjut di Klan Bulan, lalu berpetualang di Klan Matahari, dan iseng-iseng berpetualang mencari Klan Bintang.

Petualangan bermula saat Ali mengikuti kayawisata bersama dengan teman-teman di sekolahnya, termasuk Raib dan Seli. Saat karyawisata tersebut, Ali tidak sengaja menemukan sumber kekuatan yang memicu alat sensor dunia paralel buatannya bekerja. Ali yang selalu penasaran dengan hal-hal yang ditemukannya, mencoba mencari sumber kekuatan itu. Menggunakan ILY, alat transportasi buatan Ali yang digunakan untuk menuju dunia paralel, mereka bertiga pergi mencari sumber kekuatan yang dideteksi oleh alat sensor buatan Ali.

Seperti buku seri lainnya, buku ini mengisahkan petualangan ke dunia paralel dan klan berbeda. Namun dalam buku ini mengisahkan adanya dunia paralel lain yang tidak diketahui sebelumnya, yaitu Klan Aldebaran. Cerita tentang Klan ini dimuat pada bagian pertama, Ceroz (Badak) yang digambarkan sebagai manusia yang dapat berubah wujud menjadi Badak dan memiliki kekuatan untuk mengubah ruang dan waktu. Pertarungan hebat terjadi saat ILY yang ditumpangi Raib, Ali, dan Seli pertama kali bertemu Ceroz ini. "Deg-degan", itulah yang akan dirasakan pembaca saat membaca bagian ini. Tere  Liye mampu menuliskan detail adegan pertarungan secara apik sehingga pembaca dapat membayangkan bagaimana petarungan itu terjadi.

Pada bagian kedua, cerita berganti. Batozar, merupakan tokoh baru yang dimunculkan sebagai cerita kedua. Batozar ini digambarkan sebagai buronan berwajah sangar dan menakutkan, merupakan tahanan Klan Bulan yang melarikan diri ke Klan Bumi. Raib, Ali, dan Seli pun berpetualang membantu mencari tahu keberadaan Bartozoar ini.

Tak ada kaitan

Meski buku ini merupakan seri kelima, kelanjutan dari buku sebelumnya, Bintang, tetapi cerita dalam buku ini tidak membahas mengenai Klan Bintang atau setidaknya kelanjutan dari petempuran di akhir kisah buku tersebut. Buku ini bercerita tentang dunia tempat Ceroz tinggal dan buronan Klan Bulan bernama Batozar. Meski terkesan ‘tidak nyambung’ tetapi penulis sesekali menyebutkan mengenai petualangan tiga sahabat tersebut dengan menyajikan kutipan-kutipan dari buku Bintang.

Selain kurang berkaitan dengan buku sebelumnya, cerita dalam buku ini juga tidak nyambung. Karena Ceroz dan Batozar merupakan cerita yang benar-benar berdeda. Ketika masuk pada cerita kedua (Batozar), penulis pun tidak menyinggung tentang Ceroz. Raib, Ali, dan Seli yang digambarkan selalu terbuka (menceritakan) dengan gurunya, Miss Selena, sepulang dari perjalanan ke Klan Aldebaran mereka tidak menceritakan perjalan tersebut.

Terus berlanjut

Selain tak nyambung alias tak berkaitan, Tere Liye ini sepertinya juga tak puas hanya dengan membuat 5 (lima) judul buku dalam serial Bumi ini, tapi lebih banyak. Ketimbang menamatkan cerita, penulis lebih memilih membuat pembaca penasaran dengan buku selanjutnya. Itu artinya masih ada cerita petualangan lain. Di akhir cerita ternyata masih ada kelanjutan untuk membaca cerita selanjutnya dalam seri ‘Komet’ (hlm. 359). Itu berarti masih ada buku keenam, ketujuh, dan seterusnya. Entah kapan cerita petualangan serial Bumi ini akan berakhir.

Tapi meski cerita petualangan ini belum berakhir, tulisan karya Tere Liye ini patut untuk diikuti dan dibaca. Bahasa yang ringan dan mudah dipahami menjadi senjata ciamik novel serial Bumi ini. Pembaca juga seakan dibawa mendalami cerita dengan tulisan yang detail menggambarkan kejadian cerita. Hal lain yang menjadi kelebihan dari novel ini adalah pesan yang disampaikan penulis melalui ucapan Batozar. "Bukan tugasku untuk menghakimi seseorang jahat atau baik, Nak?" (hlm. 282). Bahwa kita sebagai manusia tak sepatutnya menghakimi perbuatan seseorang dengan mengecapnya jahat atau tidak. Karena yang berhak menilai adalah Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta manusia itu sendiri.

Cerita haru dimunculkan di akhir cerita Batozar. Pembaca yang punya perasaan sensitif (seperti saya), bisa jadi tanpa sadar mengeluarkan air mata karena terharu. Pesan yang nyentil tapi penuh arti yang biasanya tersirat dalam percakapan membuat novel karya Tere Liye selalu ditunggu-tunggu dan sayang untuk dilewatkan. Saya tunggu buku-buku lainnya, selamat berkarya Tere Liye!


Continue Reading
No comments
Share:

Sunday, November 27, 2022

Nyobain Adobe Illustrator cc 2018

Laman ini akan menjadi cerita saya dalam memulai belajar desain dengan Adobe Illustrator CC 2018, mulai dari mengenal tools, shortcut, dan kegunaan dalam masing-masing tools tersebut. Yuk, semangat berprogress!

Tampilan awal saat membuka Adobe Illustrator CC 2018

Aplikasi desain grafis satu ini sebenarnya sudah menjadi incaran saya saat magang kuliah tahun 2018 silam. Namum belum kesampaian untuk belajar lebih lanjut untuk bisa mahir menggunakan aplikasi Adobe Illustrator ini. Sebelumnya lebih familiar mendesain dengan aplikasi Corel Draw. Bisa dibilang, membuat desain grafis bukan hal baru bagi saya. Awal atau pertama kali desainku di apresiasi adalah saat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Waktu itu dipercaya untuk membuat desain undangan sekolah untuk acara reunian alumni, padahal waktu itu belum mahir dalam membuat desain untuk keperluan cetak. Berhubung kesempatan tidak datang dua kali, walaupun agak ragu tetap saya ambil tanggung jawab tersebut, hehe.

Undangan itu akhirnya dipublikasi massal dan diedarkan untuk para bapak/ibu almuni. Ya walaupun kalau dilihat sekarang responnya bakal "aku mah apa atuh", hehe. Desain yang masih kaku, terlalu formal, dan terkesan ala kadarnya yang didesain dengan Adobe Photoshop kala itu. But, it's okay, itulah sebuah proses awal saya memulai untuk membuat digital grafis. Sayangnya desain itu entah ada di mana sekarang, jadi tidak bisa terpampang di sini.

Oke, lanjut . . . alasan pengen banget belajar Adobe Illustrator guna memudahkan dalam membuat proyek video ataupun motion grafis sehingga gak perlu gonta-ganti aplikasi dan ekspor file sana-sini.

Tips Belajar Adobe Illustrator untuk Pemula

Sebelum belajar tentang cara-cara mendesain dengan Adobe Illustrator, sangat perlu untuk menyiapkan aplikasi Adobe Illustrator yang sudah terinstall di laptop atau komputer terlebih dahulu. Karena sambil mencari referensi bisa langsung praktek nyobain tools. Berikut beberapa cara yang saya lakukan dalam memulai mempelajari Adobe Illustrator, kebetulan saya menggunakan Adobe Illustrator CC 2018.

1. Mencari video tutorial

mencari referensi tutorial di Youtube, sambil liat video sambil praktekin, walaupun beberapa kali musti klik pause supaya bisa ngikutin praktiknya.

2. Memahami penggunaan tools

saas

3. Meniru desain dari tutorial

sss

4. Membuat desain sendiri

ssss

5. Konsisten membuat proyek desain

Continue Reading
No comments
Share: